| |

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

entre 02

Budidaya jamur merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengembangakan jiwa entrepreneur di kalangan siswa SMP Kristen Petra 2. Selain jamur hasil budidaya  kami pasarkan dalam bentuk kemasan, kami juga memasarkan/menjual makanan dengan bahan dasar jamur sudah masak dengan kemasan olahan yang beragam, antara lain jamur dalam kemasan jamur crispy, martabak jamur dan yang tak kalah menariknya adalah Pizza jamur yang paling banyak kami minati.

Kami mencoba menu-menu dengan bahan dasar dasar jamur.  Kreativitas untuk mengolah menu jamur menjadi menu yang menjadi ciri khas SMP Kristen Petra 2 dalam mengembangkan jiwa entrepreneur di kalangan siswa. Upaya yanga dilakukan oleh Ibu. Nyoman selaku kepala sekolah memberikan inspirasi kami untuk mengasah kemampuan kami di bidang entrepreneur yang tidak terbatas pada bidang olah jamur saja, taetapi juga mengambangkan potensi-potensi yang kami miliki di bidang teknologi dan industri kreatif yang kami coba kembangkan sebagai ciri khas sekolah kami yang berbasis entrepreneur.

PENGEMBANGAN ENTREPRENEUR MELALUI BUDI DAYA JAMUR

BUDIDAYA_JAMUR.jpg

Sebagai pengembangan pembelajaran IPA dengan menekankan pada praktik dan dipadukan dengan entrepreneur, kami siswa- siswi SMP Kristen Petra 2 terlibat secara secara langsung dalam kegiatan budidaya jamur. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kreatif dan rasa ingin tahu dari diri kami sebagai siswa, sesuai dengan talenta yang kami miliki secara maksimal, khususnya di bidang sains, juga sebagai bentuk pengembangan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pengembangan jiwa entrepreneurship.

Salah satu pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan kepada kami adalah budidaya jamur tiram, Adapun pengembangan ini bertujuan untuk memupuk rasa ingin tahu, disiplin, bertanggung jawab, teliti dan obyektif. Budidaya jamur tiram kami kelola dengan pembinaan guru Ilmu Pengetahuan Alam dan guru ekonomi. Pada budidaya jamur tiram kami diberikan tanggung jawab untuk menyiram, merawat, meneliti tentang pertumbuhan dan kualitas, serta kuantitas jamur yang dihasilkan jamur tiram ini dan memasarkannya kepada warga sekolah, baik pengelola kantin sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa yang berminat. Secara bergantian kami merawat budidaya jamur tiram, jika kami menemukan masalah kami berkonsultasi kepada guru IPA tentang cara mengatasinya dan kami menerapkan cara mengatasinya dengan pendampingan guru, sehingga kami memilki pengalaman langsung untuk menyelesaikan masalah yang kami hadapi.

Pengembangan pembelajaran IPA dan entrepreneur ini dapat meningkatkan kerja sama kami dalam memecahkan masalah juga mengajarkan kami saling menghargai dan membantu teman yang kurang aktif., sehingga kami semua dapat terlibat aktif dalam memecahkan masalah yang kami hadapi dan cara kami memasarkan hasil budidaya jamur tiram ini ke calon konsumen. Berbagai kegiatan kami lakukan. Salah satu kegiatan memberi label pada kumbun. Kegiatan ini bertujuan melatih ketelitian dan mempermudah pencatatan permanen. Perawatan baglok dengan menyemprotkan air secara merata dan pada saat istirahat. Hal ini bertujuan melatih kami secara disiplin dengan waktu dalam pengaturan suhu dan kelembaban obyek yang diteliti Pengamatan jamur bertujuan melatih kami bersikap obyektif dalam melakukan penelitian. Pemanenan jamur bertujuan untuk mensyukuri segala yang dilakukan dan merasakan kebesaran Tuhan dari sesuatu yang sangat kecil dalam hal ini spora tumbuh dan berkembang menjadi jamur yang besar jutaan kali besarnya dari spora.

Penimbangan hasil panen bertujuan melatih kami terampil menggunakan alat penelitian, pemasaran melatih kami memiliki jiwa kewirausahaan. Dari kegiatan ini kami memperoleh banyak manfaat baik dari segi Ilmu Pengetahuan, maupun pengembangan jiwa entrepreneurship yang kami miliki.                                                                                                 

Budidaya Jamur

Untuk merealisasikan salah satu program Student Learning Outcomes, khususnya Talent Development di SMP Kristen Petra 2 dikembangkan kegiatan pembelajaran praktik dengan melibatkan kami sebagai siswa secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kreatif dan rasa ingin tahu kami selaku siswa, sesuai dengan talenta yang kami miliki secara maksimal, khususnya di bidang sains, juga sebagai bentuk pengembangan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan pendekatan saintifik sesuai dengan model pembelajaran yang dikembangkan di sekolah kami.

Salah satu pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam yang diberikan adalah budidaya jamur tiram. Adapun budidaya jamur tiram. ini bertujuan untuk memupuk rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab, teliti dan obyektif. Budidaya jamur tiram dikelola dengan pembinaan guru Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam kegiatan ini kami diberikan tanggung jawab untuk menyiram, merawat, meneliti pertumbuhan dan kualitas, serta kuantitas jamur yang dihasilkan, serta memasarkannya kepada warga sekolah, khususnya guru dan karyawan. Secara terjadwal, kami merawat jamur-jamur tiram ini, dan jika kami menemukan masalah, kami segera berkonsultasi dengan guru IPA tentang cara mengatasi masalah dan bagaimana menemukan solusinya.

Pengembangan pembelajaran IPA ini dapat meningkatkan kerja sama antara guru dan siswa dalam memecahkan masalah juga mengajarkan kepada kami sikap saling menghargai dan membantu teman yang kurang aktif. Kegiatan ini bertujuan melatih ketelitian dan mempermudah pencatatan permanen. Perawatan baglok yaitu dengan menyemprotkan air secara merata dan kami lakukan saat istirahat. Hal ini bertujuan melatih kami lebih disiplin dengan waktu dalam pengaturan suhu dan kelembaban obyek yang kami teliti.

Kegiatan yang lain adalah pengamatan jamur bertujuan melatih kami bersikap obyektif dalam melakukan penelitian. Kegiatan akhir dari budidaya jamur tiram ini adalah pemanenan dan penimbangan. Pemanenan jamur yang bertujuan untuk mensyukuri dan merasakan kebesaran Tuhan dari sesuatu yang sangat kecil dalam hal ini spora dapat tumbuh dan berkembang menjadi jamur yang jutaan kali besarnya dari spora. Penimbangan hasil panen bertujuan melatih kami terampil menggunakan alat.

6.jpg4.jpg5.jpg1.jpg3.jpg2.jpg

Kunjungan ke Hardrock FM dan Gen FM

Field Trip menyenangkan baru saja kami jalani, kini saatnya kami membagikan apa yang kami dapat selama kami berkunjung. Kira- kira, apa tujuan kami pergi ke Gen FM dan Hard Rock FM? Ya, jawabannya adalah agar kami bisa lebih mengerti bagaimana caranya menjadi seorang penyiar radio, dan juga, agar kami bisa mempraktikannya di radio sekolah.

Seru rasanya saat kami berkunjung ke Gen FM. Di sana kami bisa melihat bagaimana kinerja Gen FM dalam menyiarkan radio. Caranya adalah direkam. Jadi, sebelum penyiar radio Gen FM siaran pada jam siaran, sekitar setengah jam sebelum mereka siaran, apa yang akan mereka siarkan harus direkam terlebih dahulu, agar dapat memperbaiki kesalahan kata yang terjadi. Disana kami diajak ke ruang siaran, dan juga dijelaskan apa saja yang terdapat di ruang siaran tersebut. Tidak hanya itu, bagian bagian ruangan yang ada disana juga dijelaskan manfaat ruangan itu.

Seperti yang sudah diterangkan disana, radio Gen FM yang sudah terkenal dikalangan anak muda jaman kini, terutama yang berusia 17-25, memiliki maskot atau bisa dibilang badut Gen FM yang bernama Genero. Badut kecil ini berwarna hijau dan memakai headsheat. Apa alasan Gen FM. memberi maskot seperti itu? Alasannya karena, warna hijau memberi istilah suasana yang semangat dan menyegarkan, sedangkan Headsheat menggambarkan tentang anak muda yang sedang mendengarkan music yang biasanya memakai headsheat.

Gen FM memiliki tujuan untuk menjadikan musik Indonesia sebagai kebanggaan Indonesia. Karena akhir-akhir ini banyak anak muda Indonesia kurang membanggakan musik Indonesia dan justru lebih mencintai musik dari mancanegara. Karenanya marilah kita belajar untuk lebih mencintai dan membanggakan music Indonesia karena musik Indonesia merupakan kekayaan tersendiri.

Setelah kami mengunjungi tempat siaran Gen FM, kami menuju ke tempat siaran Hardrock FM. Hardrock FM merupakan radio yang biasanya didengarkan oleh ‘Hardrockers’ yang biasanya berumur 20-30 tahun atau bisa dibilang bukan ABG lagi, tapi orang yang sekarang sudah bekerja di perkantoran.

Saat kami berkunjung ke Hardrock, kegiatan disana juga sangat menyenangkan. Tidak kalah menyenangkan seperti kegiatan kami di Gen FM. Awalnya, kami memang diajak untuk berkumpul di meja yang panjang dan diberi pengarahan. 

Saat di Hardrock FM Vivian dari kelas 7.3 diberi kesempatan untuk siaran. Setelah itu banyak juga yang tertarik dan ingin maju.

Oya, tentunya dalam menyiarkan radio, yang dilakukan tidak hanya basa basi, tetapi juga memberikan Tips dan membacakan iklan pula tentunya. Dan tidak lupa, kami juga boleh memperkenalkan diri secara ‘On Air’. Dan ada teman kami yang langsung mau, ada tiga orang, diantaranya Chikita dari kelas 8.3, Josephine dari kelas 8.3, dan Kelvin dari kelas 7.3. Senang banget punya pengalaman bersiaran On Air, ya walaupun hanya berkenalan. Dan, setelah itu kami melihat kak Pandu yang melanjutkan siarannya.

Nah, demikianlah semua kegiatan kami pada tanggal 15 Oktober 2014 di Gen FM dan Hardrock FM. Terimakasih kepada sekolah yang memberikan kami kesempatan untuk dapat berkunjung di Gen FM dan Hardrock FM, kesempatan ini tak akan sia-sia akan kami buktikan di radio sekolah nanti.

Kunjungan-ke-Radio-HR-FM.jpgKunjungan-ke-Radio-Gen-FM.jpg

Wisata Ilmiah

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 Tahun 2014 dan untuk memberi kesempatan luas kepada masyarakat dan pelajar memanfaatkan museum kesehatan, maka Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah member kesempatan kepada kami dari SMP Kristen Petra 2 untuk mengunjungi Museum Kesehatan Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pusat 4) yang berlokasi di Jalan Indrapura 17 Surabaya pada tanggal 12 November 2014.

Di museum tersebut kami melihat peralatan kesehatan tradisional, perkembangan alat-alat kesehatan dari zaman ke zaman dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia mulai dari zaman kemerdekaan sampai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Sebuah pengalaman yang menarik bagi kami, karena kegiatan ini dapat menambah wawasan kami di bidang kesehatan yang mendukung dalam kegiatan belajar di sekolah.

Wisata-Ilmiah-2.jpgWisata-Ilmiah-1.jpg

boost the values reap the success