| |

Tidak Mempersalahkan Orang Lain

Tindakan mempersalahkan orang lain sering kita lakukan ketika kita mengalami masalah, misalnya ketika kita terlambat masuk sekolah, kita mulai menyalahkan adik, kakak, papa, mama, bahkan mobil antar jemput. Padahal sebenarnya kita sendiri yang terlambat bangun. Ketika ditegur bapak/ibu guru karena ngobrol saat pelajaran kita sering menyalahkan teman yang mengajak kita bicara. Agar kami tidak mempersalahkan orang lain Pada hari sabtu, 3 Oktober 2015 siswa-siswi SMP Kristen Petra 2 mengikuti Pendidikan Karakter Kristiani yang bertema “Tidak mempersalahkan orang lain”. Kegiatan diawali dengan renungan pagi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Mars Petra. Kemudian bapak dan ibu guru implementer menyampaikan materi tentang “Tidak mempersalahkan orang lain”, kemudian kami menonton film The Lion King. Dari Film ini yang dapat kami pelajari bahwa ketika kita mempersalahkan orang lain akan berakibat buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Dari pemaparan bapak/ibu guru implementer kami menyadari bahwa mempersalahkan orang lain itu tindakan yang salah dan merugikan orang lain.

Setelah istirahat dilanjutkan dengan kegiatan kelas yaitu game tebak kata dengan gambar. Para siswa dibagi menjadi 6 kelompok dimana setiap kelompok berjumlah 5 sampai 6 siswa. Peraturannya dalam memberikan informasi ke anggota kelompok tidak boleh dengan kata-kata tetapi hanya dengan gambar. Setiap anggota diberi kertas kosong dan pensil, seluruh angota kelompok berbaris, guru implementer memberitahukan kata apa yang harus digambar kepada siswa dibaris paling depan, kemudian siswa itu menggambarnya lalu gambarnya diberitahukan kepada siswa baris kedua, siswa baris kedua menggambar lagi dan setelah selesai ia memberitahukan gambarnya ke siswa baris ketiga, demikian seterusnya sampai siswa baris terakhir menebak gambar itu. Kemudian bapak/ibu guru implementer bertanya pada siswa yang di baris terakhir gambar apa yang dia minta. Beberapa kelompok ada yang memberikan jawaban yang salah, dan terlihat kelompok yang jawabannya salah ini anggota-anggotanya saling menyalahkan karena gambar yang mereka berikan tidak jelas. Dari kegiatan game ini kami belajar untuk tidak mempersalahkan orang lain.

Sabtu, 17 Oktober 2015 kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani masih dengan tema “Tidak mempersalahkan orang lain”. Kegiatan yang kami lakukan adalah Persekutuan Doa dan Kegiatan Kelas. Kegiatan Persekutuan Doa dilayani oleh Pdt. Ari Mustyorini, M.Si. Teol. Beliau mengajak kami, para siswa untuk belajar bersikap tidak mempersalahkan orang lain dalam kehidupan, walaupun ini bukan hal yang mudah, tetapi hal ini akan menjadi tantangan bagi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kemudian kegiatan kelasnya adalah bermain “Tower building”, dalam satu kelas dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok diberikan 22 kubus untuk disusun/ditumpuk menjadi sebuah tower, 16 kubus berwarna pink, 6 kubus berwarna merah, hijau, ungu, kuning, coklat, putih. Setiap anggota kelompok diminta menyusun kubus 16 pink dahulu sampai berhasil kemudian bila berhasil, tower baru ditambah kubus yang warna lain untuk mendapatkan poin. Namun yang terjadi ketika susunan kubus-kubus berwarna pink sudah mencapai 12 maka mulai roboh, sehingga harus diulang dari awal. Dan terlihat ketika towernya roboh, ada teman-teman yang mulai menyalahkan teman yang lain yang menyebabkan towernya roboh, ada juga yang menyalahkan kubusnya yang tidak rata. Namun demikian permainan ini sebenarnya melatih kami untuk memiliki tanggung jawab dalam menyusun setiap kubus dengan baik. Permainan ini memang tampak mudah, akan tetapi kami dilatih untuk lebih berhati-hati dan memiliki tanggung jawab pribadi. Kami tidak perlu menyalahkan orang lain, yang harus kami lakukan dalam kelompok adalah saling mendukung dan mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah bersama-sama.

pkk3.jpgpkk4.jpgpkk1.jpgpkk2.jpg

boost the values reap the success