| |

Kelebihanku Untuk Indonesia

Setiap orang pasti mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan dalam dirinya. Tidak ada seorangpun yang hanya memiliki kekurangan saja atau kelebihan saja, pasti ada juga kelebihan sekaligus kekurangan di dalam dirinya. Tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana orang tersebut dapat menggunakan kelebihan yang dimilikinya untuk keluarga, masyarakat bahkan bagi nusa dan bangsa Indonesia yang tercinta. Kebanyakan orang tidak menyadari kelebihan yang dimiliki yang dapat disumbangkan bagi negara ini, untuk itulah kita harus belajar dan menggali potensi yang ada dalam diri kita supaya dapat diasah dan dikembangkan.

Pada tanggal 13 Februari 2016, kami siswa-siswi SMP Kristen Petra 2 mengikuti kegiatan Pendidikan Karakter dengan tema : “Kelebihanku untuk Indonesia”. Banyak pelajaran, pengetahuan dan manfaat yang kami peroleh pada kegiatan kelas itu, kami belajar untuk menjadi anak yang tangguh dan pantang menyerah dalam mengembangkan kemampuan dan bakat kami sebagai seorang pelajar. Kami menyaksikan kisah perjalanan hidup Bapak Jokowi. Kisahnya bermula dari kehidupan Jokowi yang sewaktu kecil masih hidup miskin. Ayah Jokowi seorang tukang kayu tapi usahanya tidak begitu menghasilkan. Jokowi adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Jokowi termasuk anak yang pandai dan rajin, ayahnya selalu mendukung dan menasehati Jokowi agar menjadi anak yang rajin, pantang menyerah, dan tetap semangat. Beliau berharap Jokowi bisa bekerja keras untuk mencapai cita-citanya. Jokowi sama seperti halnya anak-anak pada umumnya yang pernah merasakan kecewa karena tidak bisa masuk ke SMA favorit karena faktor biaya. Tapi orang tuanya memberikan semangat dengan memberikan suatu perumpamaan cerita yaitu baju yang jelek jika dipakai oleh orang yang paras wajahnya bagus, jadi kelihatan bagus. Tapi sebaliknya bila baju yang bagus sekalipun, bila yang mengenakan paras wajahnya jelek, tetap saja kelihatan jelek. Jadi meskipun bukan sekolah yang favorit asal Jokowi tetap rajin dan giat pasti bisa menjadi yang terbaik.

Untuk kegiatan kelas siswa dibagi dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 6 orang. Masing-masing kelompok diminta untuk membuat poster “Mari Berkontribusi untuk Indonesia”. kami mendapat tugas untuk membuat biografi tokoh yang memberikan kontribusi untuk Indonesia. Kelompok saya membuat biografi tokoh B.J. Habibie, Susi Susanti, Nidji, Prof. Nelson Tansu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab dikenal dengan sebutan Bapak Ahok. Kegiatan dilanjutkan dengan acara tebak gambar. Pada kegiatan kelas, Bapak/Ibu guru memberikan pertanyaan kepada siswa dalam satu kelompok. Setiap kelompok membawa bendera dan ketika hendak menjawab pertanyaan harus mengibarkan bendera terlebih dahulu, baru kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan. Jika jawabannya benar baru boleh melanjutkan ke tebak gambar. Untuk kegiatan tebak gambar ini di kelas kami dimenangkan oleh kelompok 2.

Mengikuti kegiatan pendidikan karakter dengan tema “Kelebihanku untuk Indonesia” adalah sangat menyenangkan dan menambah wawasan kami. Kami menjadi lebih terdorong dan terpacu untuk menjadi anak yang lebih giat, rajin dan berusaha keras untuk mencapai cita-cita kami, sehingga kami dapat menjadi anak yang membanggakan orang tua, bangsa dan negara. Semua ini harus dimulai dari diri sendiri sehingga apapun rintangannya dapat kami lewati asal kami bersungguh-sungguh dalam melakukannya.

Dengan kegiatan pendidikan karakter ini, kami memperoleh pengetahuan tentang bagaimana usaha para tokoh dalam memberikan kontribusinya bagi negara kita yang tercinta. Jadi kami pun dapat menggunakan kelebihan kami bagi nusa dan bangsa ini seperti apa yang telah dilakukan oleh para tokoh yang telah memberikan kontribusinya bagi bangsa Indonesia. Tentunya dengan dukungan serta bimbingan dari bapak dan ibu guru kami bisa lebih mudah memahami apa yang harus kami lakukan dalam mengembangkan potensi yang kami miliki agar dapat menjadi lebih berguna bagi semua.

 

image003.jpgimage001.jpgimage002.jpg

boost the values reap the success