| |

Menunggu Giliran

Sebagian besar orang tidak bersahabat dengan kata “menunggu”, karena menunggu adalah sebuah situasi yang sangat membosankan. Pada saat menunggu, waktu terasa begitu lama kemudian perasaan kesal dan jengkel bahkan marah akan menyusul dalam hati. Dorongan untuk mendapatkan sesuatu yang akan diinginkan akan menjadi seperti sekam yang menambah besar api kesal dan marah dalam diri seseorang dalam situasi menunggu. Dalam kehidupan sehari-hari, “permusuhan” antara manusia dengan menunggu dapat kami lihat dalam fenomena di jalan raya. Sering kami melihat pengemudi kendaraan bermotor berada di traffic light yang sedang menunggu lampu hijau, mereka saling mendahului melewati marka untuk berada di baris paling depan. Antar pengendara ingin cepat, sikap tidak mau menunggu dan saling mendahului itu justru menambah kemacetan dan menggangu kelancaran lalu lintas. Kami juga sering melihat antrian di loket akan tampak wajah-wajah muram dan bosan, tidak ramah. Untuk memberi pemahaman kepada kami selaku siswa agar memiliki sikap mau menunggu giliran, pada hari Sabtu, 24 Oktober 2015 kami siswa-siswa SMP Kristen Petra 2 mengikuti kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema “Menunggu Giliran”. Dalam kegiatan tersebut kami lebih dulu diajak untuk belajar bahwa menunggu giliran bukan soal berapa banyak waktu yang dilewatkan begitu saja. Menunggu adalah sebuah kesempatan untuk menemukan aspek-aspek kehidupan yang lebih mendalam dari diri kami. Misalnya kesabaran, pengendalian diri, ketenangan, pengertian, ketertiban, harmoni/keselarasan, dan banyak hal lainnya. Melalui film “The Terminal” kami belajar bahwa ketika menunggu kami bisa mengerjakan banyak hal yang dapat menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Pada jam ke-2 kami mengikuti kegiatan kelas dengan games “Rubber Through Out”. Games ini merupakan simulasi kegiatan kami menunggu giliran. Semua siswa antusias mengikuti games. Dari games ini terlihat perilaku siswa yang tidak sabar menunggu giliran maupun yang dengan tenang menunggu gilirannya.

Untuk memantapkan pemahaman kami tentang menunggu giliran, Sabtu, 7 November 2015 kami mengikuti kegiatan Persekutuan Doa dengan pembicara Pdt. Alvin Wangsaputra, S.Th. Menunggu ternyata dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri kami. Dengan menunggu kami seperti mengukur seberapa besar batas kesabaran kami terhadap semua hal yang terjadi dalam hidup. Budaya menunggu (giliran) dapat membangun situasi masyarakat yang sehat, yaitu masyarakat yang manusiawi dengan situasi aman, tertib, ramah, saling menghargai manusia satu dari yang lain, tepo seliro dan harmonis.

giliran2.jpggiliran1.jpggiliran3.jpg

boost the values reap the success