| |

Give The Best for Others

Give The Best for Others adalah tema proyek Pendidikan Karakter Kristiani yang dilaksanakan di SMP Kristen Petra 2 pada tanggal 13 Juni 2015. Proyek PKK dilaksanakan di sekolah kami dengan nuansa yang berbeda, karena pada kegiatan proyek kali ini diselenggarakan dalam bentuk open house yang menampilkan seluruh kegiatan ELS yang ada di SMP Kristen Petra 2, yaitu Desain Grafis, Fotografi, Robotik, Art and Craft, Cooking dan Hip-Hop. Unjuk karya masing-masing kegiatan ELS ditampilkan di sepanjang lorong lantai 2 dan lantai 3 yang dipandu langsung oleh teman-teman yang mengikuti kegiatan ELS tersebut. Stand ELS kelas VII berada di lantai 2, sedangkan stand ELS kelas VIII berada di lantai 3. Tiap stand memiliki keunikan tersendiri, baik di stand kelas VII maupun stand kelas VIII, maka tidak heran kami tertarik untuk mengunjungi stand yang berbeda-beda. Setiap siswa mendapat kartu kunjungan stand, jika kami berkunjung ke satu stand, maka kami berhak mendapat tanda tangan dari bapak/ibu guru pendamping di stand tersebut. Agar kegiatan teratur, kunjungan dibagi berdasarkan waktu, pada pukul 07.10 sampai pukul 07.50. Kelas VII mengunjungi stand di lantai 2 yang menampilkan kegiatan ELS kelas VII, demikian juga kelas VIII mengunjungi stand di lantai 3 yang menampilkan kegiatan ELS kelas VIII. Pada Pukul 07.50 – 08.30 siswa kelas VII menunjungi stand ELS kelas VIII, demikian juga siswa kelas VIII mengunjungi stand siswa kelas VII. Dari tiap lantai ada dua orang reporter yang memandu dan memberikan penjelasan tentang keunggulan masing-masing stand, reporter ini adalah para siswa peserta ELS Presenter. Mereka tidak hanya memandu acara, tetapi juga mewawancarai pengunjung dan siswa yang menampilkan karya di stand tersebut. Pada open house kali ini peserta bukan hanya pasif melihat saja, tetapi peserta dapat terlibat untuk mencoba bagaimana berkarya lewat ELS, misalnya di stand robotik, pengunjung dapat langsung ikut terlibat merakit robot, demikian juga Art and Craft, fotografi, desain grafis dan yang tak kalah ramainya adalah stand cooking class, setiap siswa tidak melewatkan stand ini, karena di stand ini pengunjung dapat langsung terlibat membuat kue sesuai dengan selera yang diinginkannya, setelah matang pengunjung dapat langsung menikmatinya. Menarik bukan? Untuk stand cooking class kelas VII menampilkan kue Bolu kukus dan stand kelas VIII menampilkan kue brownies dengan berbagai model.

Waktu yang disediakan cukup membuat kami puas dan bangga melihat hasil karya yang ditampilkan, terutama juga kami sangat bangga dengan presenter-presenter handal SMP Kristen Petra 2 yang memandu acara ini. Pukul 08.30 setiap siswa berkumpul di aula untuk mengikuti penampilan kegiatan ELS Hip-Hop yang disinergikan dengan ekstra kurikuler Band dan Paduan Suara. Tiket masuk kami ke aula adalah kartu kunjungan dari semua stand dan sudah ditandatangani oleh guru pendamping. Di aula kami menyaksikan penampilan Hip-Hop, Paduan suara dan Band. Tidak kalah menariknya penampilan dari siswa peserta Hip-Hop, mereka berkolaborasi bagus dan kami pun sangat menikmatinya. Penampilan Hip-Hop, Paduan suara dan Band berakhir pada pukul 09.20. Setelah kami melihat stand ELS dan penampilan kegiatan ELS, saatnya kami menerima berkat Tuhan berupa makanan jasmani. Kebersamaan kami terbangun kembali saat menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh ibu-ibu guru berupa nasi, urap-urap, peyek, tempe dan tahu goreng. Makanan ini jarang kami nikmati dalam keseharian, kami sebagai remaja sajian makanan dari sekolah ini sebagai ajakan bagi kami untuk gemar makan sayur. Mulanya memang kami enggan mengambilnya, tapi ternyata setelah kami cicipi, ternyata sangat enak. Tak jarang kami melihat beberapa siswa minta tambah nasi serta lauk pauk yang disediakan.

Sungguh, kegiatan Open House ini banyak memberi makna bagi kami, yaitu tentang pengembangan diri melalui kreativitas, tentang kebersamaan, juga tentang disiplin dan kerja keras. Bravo P2!

give_the_best2.jpggive_the_best1.jpggive_the_best3.jpg

Sikap Konstruktif

Sikap konstruktif memiliki arti sebuah sikap dimana kita harus membangun diri kita sendiri maupun orang lain. Sikap konstruktif sangat diperlukan untuk membangun sikap kita sebagai seorang siswa agar dapat mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Pada saat kegiatan Pedidikan Karakter Kristiani berlangsung, kami sebagai seorang siswa mendapatkan banyak hal tentang bagaimana kami harus bersikap di dalam membangun interaksi dan komunikasi dengan orang lain, maupun lingkungan di sekitar kami. Menurut kami tema ini sangatlah cocok untuk membimbing kami menjadi siswa yang lebih baik dan mengerti mana hal yang baik untuk diri kami dan orang lain atau yang merusak diri kami sendiri, bahkan orang lain.

Dalam tema PKK ini kami menyaksikan film yang berjudul “Rise Of The Guardians”. Film ini mengisahkan tentang Jack Frost yang memiliki kekuatan membekukan dan mengeluarkan salju dari tongkatnya. Jack Frost memiliki sikap yang kurang baik dan pada suatu hari ia dipanggil Santa Claus untuk menjadi guardians untuk melawan Boogeyman, awalnya Jack Frost menolak tawaran itu tapi akhirnya ia mulai menerima dan mencoba menyelamatkan kebahagiaan anak-anak. Singkat cerita Jack Frost bersama guardians yang lain dapat menyelamatkan anak-anak dari Boogeyman dengan cara mengembalikan kepercayaan anak-anak kepada mereka, salah satu sikap yang dapat dicontoh adalah sikap pantang menyerah dan mau berubah menjadi lebih baik dari tokoh Jack Frost. Jack Frost menjadi sosok refleksi bagi kami, seringkali kami bersikap seperti Jack Frost yang bersikap egois, tidak peduli dan tidak mau memberikan pertolongan pada sesama. Jika hal itu terjadi pada kami, kami mau menyadari kesalahan itu dan segera memperbaikinya. Para peri menunjukkan sikap konstruktif, para peri memberikan keceriaan dan harapan kepada manusia di masa kegelapan. Film ini mengajarkan kami untuk mengerti arti sikap konstruktif dan sikap destruktif. Kami para siswa sangat tertarik melihat film ini, kami juga sangat memaknai film ini yaitu pentingnya kami memiliki sikap tegas untuk tidak ikut-ikutan teman bersikap destruktif, tetapi menumbuhkan diri kami unutuk bersikap konstruktif. Melalui film ini dan kegiatan kelas yang kami lakukan telah memberikan pemahaman pada diri kami untuk menumbuhkan sikap pantang menyerah dalam menghadapi tantangan tugas belajar kami di sekolah.

Sikap-Konstruktif-4.jpgSikap-Konstruktif-3.jpgSikap-Konstruktif-2.jpgSikap-Konstruktif-1.jpg

Memanfaatkan Teknologi Secara Bertanggung Jawab

Teknologi merupakan salah satu sarana yang sangat menunjang dalam kegiatan pembelajaran siswa saat ini. Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat kami mudah mengakses informasi sebanyak mungkin dari berbagai sumber, baik media cetak maupun media elektronik. Salah satu sumber informasi yang kami gunakan adalah internet, dengan berbagai fasilitas yang disediakannya antara lain wikipedia, youtube, dan sebagainya.

Tetapi kita sebagai seorang pelajar perlu memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai menyalahgunakan teknologi untuk hal-hal yang membahayakan diri kita sendiri dan orang lain, misalnya upload foto-foto yang tidak seharusnya dipublikasikan, cyber bullying, dan lain lain.

Kita perlu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan berguna. Menggunakan teknologi secara bertanggung jawab kami terapkan di kegiatan kelas di SMP Kristen Petra2, khususnya kelas kami yaitu membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan teknologi internet dengan mengunduh tutorial pembuatan kerajinan tangan.

Kelompok kami memanfaatkan botol plastik bekas dan cat air untuk dijadikan miniatur dari buah apel . Dan hasilnya sangat menarik dan kelihatan seperti buah apel asli. Di kelompok yang lain juga memanfaatkan teknologi dengan mengunduh materi dari internet, misalnya tentang global warming dan sebagainya. Setelah kami mendapatkan materi-materi dan menyusunnya dalam bentuk majalah dinding, poster, maka hasil karya itu dipresentasikan di depan kelas. Satu hal yang sangat berguna, jika kita memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, maka akan bermanfaat bagi kehidupan kita dan tidak merugikan orang lain. Perkembangan teknologi sangat membantu dalam setiap aspek kehidupan kami, khususnya dalam mendukung kegiatan pembelajaran.

teknologi2.jpgtekonlogi1.jpg

Menghormati Diri Sendiri

Dewasa ini, kehormatan sudah mulai agak sulit ditemukan. Berbagai persoalan yang senantiasa harus dihadapi, menimbulkan berbagai respon. Ada yang merespon positif tapi juga ada yang merespon sebaliknya. Terkadang kita lupa, mestinya apapun persoalannya, kita harus tetap menjunjung kehormatan kita. Menghormati diri sendiri bukan hanya soal bagaimana kita mampu menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya , melainkan bagaimana kita mampu menempatkan diri kita menjadi terhormat, baik dimata orang lain, di mata kita sendiri, terlebih-lebih di mata Tuhan. Sehingga selama perjalanan hidup kita, kita mampu berkata, “ Ya. Saya adalah pribadi terhormat.” Dalam upaya menjadi surat-surat Kristus yang bisa dibaca orang banyak maka kami para siswa dapat belajar dari Pendidikan Kristen Kristiani yang kami terima setiap hari Sabtu, minggu ke-1sampai minggu ke-4, kami percaya dengan karakter-karakter yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, kami para siswa SMP Kristen Petra 2 dapat menghormati diri sendiri yang berlaku di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun.

Tema Menghormati Diri Sendiri dilaksanakan pada tanggal 1 November 2014. Kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan pleno Sesi 1, dengan pemutaran Video Clip “ Madagaskar-Escape From Africa”. Video ini menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia ingin dihormati. Tidak ada satupun manusia yang senang jika harga dirinya diinjak-injak. Ada dua tokoh yang sangat berbeda dalam memandang suatu kehormatan, yang pertama adalah Makunga. Tokoh ini memandang kehormatan dari sudut kekuasaan. Yang kedua adalah Zuba, tokoh ini memandang suatu kehormatan dari sudut keikhlasan dalam membantu sesamanya. Beberapa video klip juga ditampilkan tentang pribadi-pribadi yang menghalalkan segala cara untuk mendapat kehormatan. Pada akhirnya bukan kehormatan yang diterima tapi rasa malu karena menghina diri sendiri.

Pada kegiatan pleno sesi 2, kami berdiskusi dalam kelompok yang berjumlah 4 orang. Kami mendiskusikan tentang slide “ Menangis saat mengemis…Makan malamnya di hotel bintang lima.” Kami semua di kelas 9.4 terkejut melihat tayangan slide tersebut . Kami heran dan hampir tidak percaya, ternyata ada pribadi-pribadi yang dengan sengaja menggadaikan kehormatannya untuk memenuhi kebutuhannya. Saat presentasi kami merasa sedih, ternyata masih ada orang-orang yang dengan sadar dan sengaja merendahkan kehormatan dan martabatnya. Ada 5 hal yang dapat kami pelajari untuk dapat menghormati diri sendiri, yaitu:
1. Berhenti membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
2. Percaya diri
3. Terus melangkah maju
4. Bersyukur
5. Selalu melakukan yang membuat kita secara moral “Terhormat”

Terima kasih Bapak/Ibu guru yang selalu membimbing dan membuka mata hati kami melalui Pendidikan Kristen Kristiani, agar kami setia dan selalu menghormati diri sendiri di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun, baik untuk diri sendiri, sesama, terlebih untuk kemulyaan nama Tuhan.

Menghormati-diri-sendiri-(1).jpgMenghormati-diri-sendiri-(2).jpgMenghormati-diri-sendiri-(3).jpg

Menyelaraskan Perbedaan Merangkai Harmoni

Sebagai individu yang dilahirkan dan hidup diantara miliaran manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda. Tidak ada individu di dunia ini sama persis, meski individu-individu itu dilahirkan kembar. Perbedaan bukanlah menjadi alasan untuk tidak menghormati orang lain. Indonesia memiliki banyak sekali keanekaragaman suku, budaya dan bahasa. Banyak sekali perbedaan di antara kita. Namun perbedaan itu bukanlah menjadi alasan untuk tidak menghormati satu sama lain. Justru karena kita berbeda kita harus menghargai dan menghormati orang lain. Namun apa yang terjadi pada masyarakat jaman sekarang? Mereka terus membahas masalah perbedaan. Entah itu masalah ras, agama atau SARA. Padahal justru sebaliknya. Perbedaan lah yang menguatkan kita. Kita memang diciptakan berbeda untuk saling melengkapi dan bukan untuk saling merendahkan satu sama lain. Maka dari itu perlu diajarkan dan ditanamkan dalam hati dan pikiran setiap orang untuk menghargai perbedaan sedari dini. Perbedaan itu bukan menjadi jurang antar individu, tetapi menjadi indah jika perbedaan individu itu dipadukan dalam suatu rangkaian kegiatan dan akan tercipta harmoni yang indah untuk dinikmati dan dirasakan.

Sebagai bentuk menyelaraskan perbedaan merangkai harmoni, maka pada tanggal 10 Oktober 2014 di SMP Kristen Petra 2 telah dilaksanakan kegiatan harmony day, sebagai bentuk nyata dari kegiatan PKK dengan indikator menghormati perbedaan. Tujuan kegiatan ini tentulah untuk mengharmonikan setiap perbedaan yang ada di lingkungan masyarakat, keluarga dan terutama lingkungan sekolah dimana sekolah juga berperan sebagai tempat bertumbuh seorang anak. Kegiatan diikuti oleh semua siswa, melalui penampilan-penampilan yang dipersembahkan oleh siswa dari seluruh kelas 7, 8 dan kelas 9, kami semua berusaha menampilkan yang terbaik dengan persiapan yang sangat singkat. Semua itu bisa terlaksana dengan baik karena adanya kerja sama yang kuat dan kerja keras dari kami semua dan bapak/ibu.

Jumat, 10 Oktober 2014 kami berkumpul bersama di ruang aula SMP Kristen Petra 2 Surabaya., dan tak lupa membawa kue dan minuman dari rumah untuk perjamuan kasih. Dimana kue dan minuman tersebut akan dikumpulkan dan dibagi secara acak oleh bapak dan ibu guru wali kelas. Kegiatan harmony day diawali dengan 2 lagu pujian, yang dibawakan oleh Magdalena Florensia kelas 9.1 dan Chikita kelas 8.3, serta diiringi oleh gabungan pemain musik persekutuan doa sehingga suasana lebih semarak dam khidmat, dilanjutkan renungan singkat oleh Ibu. Hanna M,S.Si.Teol. guru Agama kami. Gelak tawa pun tak terhindar ketika bu Hana menyanyikan lagu favoritnya ketika masih kecil yaitu lagu “Pelangi”. Dengan pembawaan yang khas dari bu Hana yaitu kelucuannya, waktu pun berlalu begitu cepat. Setelah doa pemberitaan Firman Tuhan, dilanjutkan drama yang menggambarkan berbagai hobi, asal daerah, profesi dan berbagai pola hidup, namun mereka yang semula tersekat oleh perbedaan itu, tetapi akhirnya disatukan dengan keindahan dari perbedaan itu, karena diantara mereka dapat saling mengisi dan saling melengkapi. Drama ini ditutup dengan persembahan sebuah lagu dari Evania (9.1), Widya (9.4), Kharen (9.2) dan Grace (9.5) yang menyanyikan lagu “Mengapa Ini Yang Terjadi”. Makna perbedaan ini semakin indah setelah Kezia dari kelas 8.3 membacakan puisi dengan judul perbedaan sebagai akhir dari aliran cerita drama.

Perbedaan

Tak sebutir pelurupun
bisa membuat pelangi hanya menjadi satu warna

Tak sebilah pedang pun
bisa memaksa mulut berkata-kata sama

Tak ada satupun
kekuasaan manusia yang menjadikan
warna kulit hitam semua
putih semua atau bahkan kuning semua

Segala yang ada di dunia ini tidaklah sama
Setiapnya memiliki keunikan sendiri-sendiri
Meski mereka terlihat berlawanan
Namus sesungguhnya
Mereka ada untuk saling menguatkan
Karena demikian Allah telah mewujudkanNya

Karnanya biarkan pelangi
Tetap menjadi pelangi
Menghiasi bumi dengan warna-warninya
Biarkan mawar tetap menjadi mawar
Memperindah semesta dengan harumnya
Karena demikianlah Allah telah mengaturnya.

Acara dilanjutkan dengan penampilan Pak Sugeng Widodo guru seni kami, beliau menggambarkan perbedaan itu dengan secangkir kopi yang berisi kopi, gula, susu dan air, namun jika disatukan keempat bahan itu pada secangkir kopi sudah tidak dapat dibedakan lagi antara gula, kopi, susu dan air, tetapi keempat bahan menyatu dan yang dapat dirasakan adalah kenikmatannya.

Dan kemudian dilanjutkan dengan perjamuan kasih antar siswa. Sambil menikmati roti dan minuman yang dibawa oleh siswa dalam satu kelas saling bertukar roti dan minuman, acara lebih semarak dengan penampilan dance dengan gaya dan performance yang ditampilkan dari berbagai unsur kelas yang menyatu menjadi sajian yang menarik untuk dinikmati, dilanjutkan oleh penampilan ensamble, penampilan dari 26 musisi berbakat yang terdiri dari pemain gitar, pianika, recorder dan keyboard. Mereka memainkan 2 buah lagu yaitu O Ina ni keke dan Allah itu Baik. Kelompok paduan suara pun tak mau kalah dengan yang lainnya, mereka mempersembahkan 2 lagu dengan suara-suara mereka yang merdu. Acara mengalir dan berjalan dengan runtut, kami terkesima untuk melihat dan merasakannya. Tak terasa acara berakhir dan kami pun sangat menikmatinya, saat Ibu. Hanna M,S.Si.Teol. memberikan refleksi tentang kegiatan harmony day yang benar-benar menyelaraskan perbedaan merangkai harmoni. Mari kita harmonikan perbedaan dan kita ciptakan dunia yang lebih berwarna.

harmoni2.jpgharmoni3.jpgharmoni5.jpgharmoni1.jpgharmoni4.jpgharmoni6.jpg

boost the values reap the success