| |

Bersikap Sopan

Di jaman modern ini sering kita melihat perilaku sopan santun bukanlah hal yang dianggap penting lagi bagi sebagian besar masyarakat. Banyaknya kriminal dan perilaku brutal merupakan bukti nyata akibat sikap tidak sopan, sehingga mengakibatkan orang lain merasa tersinggung dan kemudian memutuskan untuk mencelakai orang tersebut. Jika kita cermati dalam perilaku sehari-hari, seolah-olah kesopanan bukan lagi menjadi hal terpenting dalam tatanan kehidupan, melainkan uang, kedudukan, kekuasaan, dan kepuasan yang menjadi fokus utama dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu PPPK Petra memberikan Pendidikan Karakter Kristiani dengan tujuan agar kami para siswa dapat membentengi kehidupan kami dengan karakter-karakter yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Melalui Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema, "Bersikap Sopan", diharapkan kami sebagai siswa mampu memahami dan bersikap sopan, baik dalam sikap, tindakan, perkataan maupun dalam perilaku kami sehari-hari.

Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema Bersikap Sopan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 13 September 2014. Kegiatan pada tanggal 6 September 2014 adalah kegiatan pleno dengan penjelasan materi dan kegiatan kelas. Dalam kegiatan individu I, kami membuat Origami Heart Box. Untuk membuat Origami Heart Box kami diajak untuk melihat video tutorial di layar LCD dengan waktu paling lama 15 menit. Setelah 15 menit dilanjutkan kegiatan individu II, yaitu membuat Pantun Pujian dengan waktu 15 menit. Pada saat kami membuat Pantun Pujian bapak/ibu wali kelas berkeliling memastikan bahwa pantun yang dibuat tidak ada satu pun yang tidak sopan atau melecehkan orang lain. Pantun tersebut kami masukkan ke dalam Origami Heart Box dan kami berikan ke salah satu teman dengan waktu 2 menit. Setelah semuanya mendapatkan Origami Heart Box yang berisi pantun pujian, kami pun diminta membacakan pantun yang kami terima dari teman dengan waktu 10 menit. Dalam Refleksi dan Komitmen kami diminta menceritakan kesulitan yang dihadapi dalam membuat pantun pujian kepada teman, dan menceritakan perasaan ketika mendapat pantun pujian dari teman. Selanjutnya berkomitmen untuk tetap bersikap sopan baik melalui perkataan maupun dalam tindakan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang kami lakukan di kelas, minggu depannya tepatnya tanggal 13 September 2014 ada dua kegiatan yang kami ikuti, yaitu kegiatan persekutuan doa yang dipimpin oleh Pendeta Deddy Gunawan Satyaputra, S.Th. dari GKI Emaus Surabaya dan kegiatan kelas dibagi menjadi kegiatan kelompok dan kegiatan individu. Dalam kegiatan kelompok kami merangkai puzzle, setelah itu tiap kelompok mempresentasikan hasil rangkaian yang dibuatnya dan kelompok lain menanggapinya. Saat presentasi akhirnya kami mengetahui bagaimana membedakan perilaku sopan dan perilaku tidak sopan. Dengan demikian kegiatan Pendidikan Karakter Kristiani ini dapat memberikan kerangka berpikir dan membuka hati kami untuk selalu bersikap sopan baik di keluarga, masyarakat, gereja bahkan dimanapun kami berada.

sopan1.jpgsopan2.jpg

Menghormati Norma

Di jaman perkembangan yang serba canggih dan modern saat ini terkadang manusia kurang memerhatikan perilaku kehidupannya, sikap hidupnya kurang diimbangi dengan kehidupan yang benar. Norma-norma kehidupan perlahan-lahan mulai terkikis, mungkin dapat habis sehingga perilaku manusia menjadi brutal, misal di lingkungan keluarga anak-anak mulai kurang menghargai maupun menghormati orang tua, di sekolah para siswa sudah tidak memerhatikan aturan-aturan yang berlaku, di masyarakat aturan-aturan yang ditetapkan mulai dilanggar, dan di tempat ibadah pun aturan-aturan mulai diabaikan. Agar kami para siswa dapat memagari kehidupan kami dengan karakter-karakter yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, maka PPPK Petra memberikan Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema Menghormati Norma. Dengan tema tersebut diharapkan kami para siswa SMP Kristen Petra 2 memahami dan menaati norma-norma kehidupan yang berlaku di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun. Tema Menghormati norma diberikan dalam dua minggu yaitu tanggal 9 dan 23 Agustus 2014. Ada pun kegiatan tanggal 9 Agustus 2014 adalah kegiatan pleno dengan penjelasan materi dan kegiatan kelas. Kegiatan kelas dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan kelompok dan individu. Dalam kegiatan kelompok , siswa dibagi menjadi 4 kelompok untuk ber-sosiodrama. Setiap kelompok diberi tema yang berbeda dan berkesempatan diskusi untuk mempersiapkan sosio dramanya. Setiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi dan menampilkan sosiodramanya. Meski waktu yang diberikan singkat tetapi kami merasa senang dan lega karena dapat menampilkan dengan baik, dan yang terpenting kami peroleh dari kegiatan ini adalah betapa pentingnya menghormati norma.

Tanggal 23 Agustus 2014 ada dua kegiatan yang kami ikuti sebagai kelanjutan dari kegiatan tanggal 9 Agustus 2014 yaitu pleno dan kegiatan kelas. Dalam kegiatan pleno kami mengikuti persekutuan doa yang dipimpin oleh Pendeta Yetty Anggraeni, S.Th. dan kegiatan kelas dibagi kegiatan kelompok dan individu. Dalam kegiatan kelompok kami berdiskusi dan menulis cerita berdasarkan gambar, setelah itu kami mempresentasikannya, sedangkan kelompok lain menanggapi. Saat presentasi kami tersentuh dan merasa sedih dengan cerita yang disampaikan oleh teman-teman kami tentang sikap masyarakat yang tidak menghargai norma. Dengan demikian kegiatan PKK dapat memberi jendela berpikir dan membuka mata hati kami untuk tunduk dan selalu menghargai dan menghormati norma di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun, baik dilihat maupun tidak dilihat oleh orang lain sebagai wujud respek terhadap norma.

menghormati_norma2.jpgmenghormati_norma1.jpg

Menghargai Perbedaan

Indonesia adalah negara yang kaya akan segala hal. Banyak sekali perbedaan yang terdapat di dalamnya. Mulai suku, budaya hingga bahasa. Oleh karena itu semboyan negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Seharusnya yang terjadi adalah saling menghormati antar sesama. entah itu teman, keluarga ataupun masyarakat yang ada di sekitar kita. Namun, banyak sekali pertengkaran maupun perseteruan di sekitar kita, yang disebabkan oleh hal-hal kecil yang mingkin secara tak sadar sering kita lakukan.

Apakah yang harus kita lakukan untuk menghadapi perbedaan? SMP Kristen Petra 2 Surabaya telah berupaya untuk memberikan pendidikan tentang menghargai perbedaan melalui Pendidikan Karakter Kristiani pada hari Sabtu, 24 September 2014. Melalui bapak ibu guru yang menyampaikan materi tentang menghormati perbedaan di kelas-kelas, kami kembali mengintrispeksi diri. Yang menjadi pertanyaan bagi kami, apakah selama ini kami menjauhkan perbedaan atau merangkul perbedaan?

Di kegiatan Pendidikan Karakter kali ini, tak lupa juga disampaikan cara menghargai perbedaan yang ada di lingkungan kami antara lain: tidak membuat kelompok eksklusif, tidak menghina teman yang memiliiki kekurangan, tidak meremehkan teman yang memiliki strata sosial yang berbeda, menerima pendapat yang berbeda ketika berdiskusi dengan kelompok.

Melalui film berjudul "Remember The Titans", kami diajak kembali untuk tidak meremehkan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Dan juga melalui sebuah klip video tentang bagaimana yang terjadi bila semua hewan memiliki tubuh yang bulat, maka mereka tidak dapat menjalankan kehidupan mereka sebagaimana mestinya. Harimau tidak dapat menangkap rusa yang sama-sama memiliki tubuh bulat. Melalui hal itu, kami dapat belajar banyak hal. Perbedaan yang ada dapat menjadi sumber harmoni dan dapat saling melengkapi. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Karena Tuhan menciptakan kita berbeda untuk dapat hidup saling melengkapi.

Firman Tuhan juga mengingatkan kami pada 1 Korintus 12:12-27, bahwa tubuh itu satu dan anggotanya banyak. Seperti halnya anggota tubuh kita terdiri dari banyak perbedaan yang harus saling menghormati dan menghargai.

menghargai_perbedaan.jpg

To Be a Blessing in My Family

Saya sangat terharu dan terkesan dalam momen seperti ini...” kata Ibu Sakanthi Trihajati sembari menahan luapan perasaan haru. “Saya tidak menyangka akhirnya bisa menyampaikan perasaan terdalam saya kepada buah hati saya.” Hal tersebut terjadi pada saat pelaksanaan Proyek Pendidikan Kristen Kristiani yang diadakan SMP Kristen Petra 2 pada tanggal 7 Juni 2014, dengan tema “To Be a Blessing in My Family”. Proyek ini mempunyai tujuan mengajak para siswa untuk menjadi berkat di tengah keluarga masing-masing

Pada Sesi 1, kami membuat scrapbook yang memuat gambar-gambar yang disusun sedemikian rupa hingga menjadi menarik dan artistik. Setelah pembuatan scrapbook selesai, kami mempresentasikan hasil karya kami di depan teman-teman satu kelas.

Setelah bel istirahat kami kembali masuk ke kelas kami masing-masing untuk meneruskan presentasi scrapbook kami. Sedang asyik-asyiknya acara presentasi berlangsung, tiba-tiba ada ketukan di pintu. Ketika pintu dibuka, kami terkejut karena beberapa orang tua dari teman-teman kami muncul dan langsung membagikan coklat.

Beberapa menit kemudian, kelas menjadi lengang karena kami masih bertanya-tanya ada keperluan apa mereka ada di kelas kami. Setelah itu Bapak/Ibu wali kelas segera menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan dari para orangtua untuk memberikan testimoni tentang tips dan trik dalam membangun sebuah hubungan yang hangat bersama putra dan putrinya dengan penuh cinta dan kehangatan kasih.

Keharuan yang mendalam tampak menyelimuti kami semua apalagi pada saat kami bersama-sama menyanyikan lagu “Trima Kasih untuk Cinta.” Kegiatan Pendidikan Kristen Kristiani ini sangat berkesan bagi kami semua agar menjadi berkat bagi orang lain.... Amin.

Blessing2.jpgBlessing3.jpgBlessing1.jpgBlessing4.jpg

Menimbang sebelum bertindak

menimbang01.jpgmenimbang02.jpgmenimbang03.jpg

Banyak orang kurang menyadari bahwa kerugian, kegagalan, bahkan kehilangan masa depan adalah akibat dari tindakan yang tidak dipertimbangkan/dipikirkan secara matang sebelum memutuskan untuk bertindak. Mengingat pentingnya menimbang sebelum bertindak, SMP Kristen Petra 2 pada tanggal 17 Mei 2014 menyelenggarakan Pendidikan Karakter Kristiani dengan tema “Menimbang sebelum bertindak”.

boost the values reap the success